Pacar Psosesif ini Tipsnya

Pacar Psosesif ini Tipsnya

CINTA - Punya pacar yang posesif pada awal hubungan memang akan membuat kita tersanjung, karena mungkin kita merasa dia benar-benar perhatian dan mencintai kita seolah-olah dia tidak mau ada cewek lain yang berhubungan dengan kita. Secara, pacar akan selalu berusaha menunjukkan perhatian yang besar dan terlihat seperti curahan kasih sayang yang menyenangkan.

Tapi jangan salah, lama kelamaan sikap posesif jadi nggak menyenangkan atau bahkan cenderung mengganggu. Bahkan, segala pengekakangan yang dilakukan si posesif akan membuat kamu seperti berada di dalam ‘penjara’ cinta dan tak lagi punya privasi.

Parahnya lagi, kalo si posesif udah mulai mengendalikan segala aktivitas dan menerapkan berbagai macam aturan untuk dipatuhi. Nggak boleh ini, nggak boleh itu, harus begini, harus begitu. Belum lagi banyaknya pertanyaan penuh curiga atau bahkan aneka ancaman yang nggak enak didengar kalo aturan si pacar dilanggar. Pastinya bikin bete kan?

pacar psosesif ini tipsnya

Lantas, kenapa sih orang bisa menjadi bersikap posesif sama pasangannya?

“Ada banyak hal yang membuat orang jadi bersikap posesif. Misalnya aja pernah mengalami pengalaman tak menyenangkan seperti korban perceraian, dibohongi, atau pengalaman buruk lainnya,”ungkap Mbak Dinuriza Lauzi, Psikolog Remaja kota Batam yang akrab disapa Mbak Nissa.

Pengalaman pernah dibohongi atau dikhianati pacar sebelumnya juga bisa membuat seseorang jadi bersikap posesif ketika menjalin hubungan baru. Tentunya dengan alasan nggak pengen dikhianati lagi untuk yang kesekian kalinya.

Rasa takut dikhianati itulah yang terkadang membuat seseorang cenderung mengawasi, mengendalikan, mendominasi pasangan secara berlebihan. Hingga melupakan kalo orang lain juga butuh kebebasan, privasi, serta punya kehidupan sendiri yang tak bisa dikendalikan orang lain dengan seenaknya.

“Selain dipicu rasa trauma, sikap posesif juga bisa muncul karena rasa sayang yang berlebihan pada pasangannya. Atau bisa juga karena dia merasa ‘tidak aman’ terhadap hubungan yang lagi terjalin, nggak pede dengan dirinya sendiri, curiga berlebihan dan banyak lagi,”jelas Mbak Nissa.

Sebut saja, karena pacarnya kembang sekolah atau orang ditaksir banyak orang, bintang sekolah atau sosok yang memang benar-benar disukai banyak orang. Rasa takut bakal kehilangan pacar itulah yang kerap membuat orang jadi bersikap posesif.

Selain rasa sayang yang berlebihan, sikap posesif ternyata bisa juga lho jadi cara seseorang menutupi kesalahan yang sedang dilakukannya. Misalnya aja, takut ketauan karena selingkuh, seseorang jadi berusaha menampilkan sesuatu yang beda sama pacarnya. Berusaha menunjukkan kasih sayang agar tak ketauan salah hingga akhirnya berujung pada sikap posesif.

Justru Makin Posesif Kalo Dibohongi

MENGHADAPI pacar yang posesif memang nggak mudah. Soalnya, kebanyakan orang posesif akan selalu berusaha menunjukkan ‘kekuasaan’ lewat hal-hal yang kadang terasa nggak masuk akal. Tak hanya penuh larangan, tapi juga ancaman hingga perlakuan kasar lewat tamparan, tendangan, makian, atau hal-hal lain yang sifatnya kekerasan.

Itu karena, orang yang posesif cenderung pengen menguasai, mendominasi, dan mengendalikan orang yang disukai serta disayanginya. Jadi, jangan heran kalo si posesif akan selalu menjadi dalang yang bisa seenaknya mengendalikan pacarnya seperti wayang atau boneka kayu.

Sebagai manusia normal, setiap orang pastinya nggak mau dong hidup di bawah kendali orang lain. Tapi, rasa sayang terhadap pasangan kerap membuat orang lebih suka mengalah walau sering mengalami perlakuan nggak enak.

Ujung-ujungnya, seseorang lebih memilih untuk berbohong saat pengen melakukan sesuatu. Alasannya sih beragam, karena nggak pengen membuat pacar marah, malas ribut atau alasan lain.

Sekilas, kebohongan yang dilakukan terutama kalo nggak ketauan memang nggak akan jadi masalah besar. Tapi sebenarnya, bagi orang yang posesif, menerima kebohongan dari orang yang disayangi justru akan memicu ledakan kemarahan.

“Biasanya sih, orang yang posesif akan semakin marah saat tahu dibohongi oleh orang yang disayanginya. Dan akibatnya, akan semakin buruk. Bisa semakin menjadi posesif, atau bahkan semakin mengekang pacarnya agar tak terjadi kebohongan lagi,”ungkap Mbak Dinuriza Lauzi atau Mbak Nissa.

Jadi, daripada nekat berbohong yang berpeluang ketauan, lebih baik bicara terus terang dan membuka komunikasi dengan pacar kalo memang ada kepentingan. Lewat komunikasi yang baik, pacar pasti mau memahami keinginan kamu.

Akhiri Aja Kalo Hubungan Udah Nggak Sehat

BAGI orang yang posesif, ada cukup banyak cara yang bisa ditempuh untuk menunjukkan dominasinya di mata pasangan. Mulai menyusun sejumlah aturan yang mengikat, ancaman kalo melanggar, sampai tindakan kekerasan.

Selama dampak dari sikap posesif masih dalam tahap yang bisa ditolerir, pastinya tak ada masalah. Tapi, kalo dampaknya udah menyakiti Youngsters atau menyakiti dirinya sendiri akan jauh lebih baik kalo segera diakhiri.

Soalnya, hubungan yang tujuan awalnya pengen membangun kasih sayang tapi kalo justru menjadi ajang saling menyakiti kenapa juga harus dipertahankan?

Memang sih, bukan hal mudah mengakhiri hubungan dengan orang posesif. Karena, akan ada banyak intimidasi baik secara fisik, verbal maupun secara psikis. Tapi, kalo Youngsters nggak pengen menghabiskan hidup dalam ‘penjara’, memutuskan hubungan akan menjadi jalan yang bisa dipertimbangkan.

Apalagi, kalo pacar kamu udah mulai main kasar dan menyakiti tak hanya perasaan tapi juga fisik. Secara, masih banyak juga cowok yang lebih baik dari pacar kita saat ini. Artinya, kalo pacar udah membuat hubungan nggak sehat, udah saatnya diakhiri.

“Memang sangat dibutuhkan ketegasan saat mengambil keputusan sebelum mengakhiri sebuah hubungan. Karena, bisa saja si posesif melakukan tindakan nekat yang kadang memunculkan kembali rasa ragu dalam mengambil keputusan,”jelas Mbak Nissa.

Sebut saja, ancaman bunuh diri, menyilet leher, nggak mau sekolah lagi atau banyak alasan lain yang bisa aja memunculkan beban dan rasa khawatir kamu sebagai pacarnya.

Sehingga, sebelum keputusan putus diambil, tak ada salahnya meminta bantuan pada orang yang terbuka dan kita percaya. Setidaknya, ada orang lain yang memahami persoalan yang sedang kamu hadapi. Misalnya aja sahabat atau orang yang dekat ama kamu.

Lalu gimana dong kalo pacar nggak mau putus dan justru berjanji akan berubah?

“Kalo Youngsters masih sayang dan yakin bisa bertahan, nggak ada salahnya juga memberikan kesempatan kedua pada pacar untuk berubah. Tapi, kalo kesempatan itu tak dimanfaatkan dengan baik, semuanya kembali pada Youngsters apakah sanggup menjalani hubungan tak sehat tersebut,”jelasnya.

Tak ada salahnya juga lho mengajak pacar untuk meminta bantuan psikolog. Karena sebenarnya, bukan orang lain aja yang nggak nyaman tapi orang yang posesif pun sebenarnya tak bisa hidup tenang dan penuh dengan perasaan curiga.

sebenarnya apa itu sifat posesif, bagaimana cirinya dah bagaimana cara mengatasinya????

Posesif adalah suatu sikap yang di tunjukkan untuk mengontrol atau mendominasi sesuatu atau seseorang,atau suatu sikap yang membatasi ruang lingkup dan gerak seseorang atau pasangan dan juga merasa pasangan adalah miliknya sendiri diakibatkan mencintai yang terlalu berlebihan sehingga takut untuk kehilangan.contoh kongkritnya : pasangan sering menanyakan lagi dimana? ngapain? sama siapa?, mewajibkan pasangan untuk melapor kegiatan sehari-hari dan banyak lagi.

CIRI-CIRINYA

  • Selalu merasa curiga, rasa curiga berasal dari ketidak percayaan seseorang, kecurigaan yang berlebihan bisa membuat seseorang melakukan hal yang tidak masuk akal dengan dalih cinta. 
  • Cemburu buta, cemburu yang tidak pada tempatnya tidak melihat situasi dan kondisi, segala hal bisa dibuat bahan untuk di cemburui, bahkan untuk hal-hal yang sepele. 
  • Munculnya pertanyaan introgasi. 
  • Sms dan telpon bertubi-tubi. 
  • Over protektif. 
  • Melarang dan tidak boleh di bantah, melarang pacarnya melakukan ini itu, sesuatu yang menurutnya tidak boleh dilakukan tanpa mempedulikan perasaan pasangannya. 
  • Suka mengatur dan harus dituruti, dia selalu merasa menjadi orang yang paling tahu apa yang terbaik buat kamu, dan mulai membuat peraturan-peraturan yang harus kamu turuti dan ikuti, dan perlahan mulai memegang kendali hidup kamu. 
  • Cinta Mati. 
  • Mulai bertindak kasar. 

CARA MENGATASINYA

Terkadang rasa sayang yg terlalu dalam dapat membuat pacar kita menjadi over protective.Dilarang ini,dilarang itu dengan berbagai alasan.Memang sih selama apa yg dia bilang itu baik,ga’ ada salahnya kalau kita ikutin.Tapi jangan kelewatan dUnks.Ingat!!! rasa cemburu dan posesif itu berbeda dengan rasa sayang.Mungkin pacar bersikap begitu Karena kita pernah ketahuan selingkuh atau melirik cowok laen.Tapi kalau masih terus-terusan meragukan kesetiaan kita,buat apa terus pacaran dan jadi saling menyakiti??

Tapi jangan langsung di putusin aja.Semuanya kan bisa di omongin baik-baik.Coba kasih kesempatan dan beri waktu agar dia bisa berubah. Nah,aq ada caRa nih agar pacar kita bisa berubah dan enggak posesif lagi :

  • Kenalkan pacar dengan semua teman kita,baik cewek ataupun cowok.Lalu biasakan untuk menceritakan tingkah laku mereka sehari-hari agar pacar lebih mengenal mereka dan ga’ merasa terancam.Tapi jangan keseringan juga,karena dapat membuat pacar jadi kesal. 
  • Jika pacar sedang cemburu,jangan kita ladeni dengan marah dan kesal.Berpikiran positif aja kalau pacar kita kayak gitu mungkin karena dia sayang sama kita.Lalu bicarakan baik-baik.Siapa tahu saat mengaku cemburu,sebenarnya pacar hanya kecewa dengan kita karena kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman.Usahakan untuk membagi waktu bersama pacar dan bersama teman.Ada saatnya untuk kita berdua bersa pacar,dan ada juga saatnya untuk menggabungkan pacar dengan teman-teman kita. 
  • Beri pengertian pada pacar untuk tidak membuka buku diary,hp,atau laptop kita sembarangan.Bukan karena di dalamnya ada rahasia,tapi karena itu adalah benda pribadi yg perlu di hormati.Dan setiap orang kan berhak punya privasi. 
  • Daripada membalas dengan gantian mencurigai setiap gerak geriknya,berikan kepercayaan padanya.Hindari menginvestigasi barang-barang pribadinya dan kendalikan rasa cemburu kita. 
Tidak ada gunanya kan pacaran tanpa rasa percaya dan penuh curiga. Kalau pacar nggak mau berubah juga,mungkin itu tandanya kalau rasa sayangnya nggak cukup besar sama kita. Jadi apa kamu masih mau pacaran??? Semua keputusan itu ada di tangan kamu.